Jumat, 08 Agustus 2008

KUNCI SUKSES KENSHI...........Part -2

Part -2

  1. Kerendahan Hati (ini harus ada dalam hati setiap kenshi yang mengingikan kesuksesan). Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Tidak peduli dari mana ia berasal, seberapa tinggi pendidikannya atau seberapa kaya dia, tetap tidak ada manusia yang sempurna. Oleh karena itu dalam menjalani proses kehidupan ini, terlebih jika kita ingin hidup lebih maju dan lebih bahagia, kita selalu membutuhkan orang lain. Keberadaan orang lain sangatlah mutlak untuk mengisi kekurangan kita dan untuk saling menguatkan bukan untuk saling menghancurkan. Begitu juga jika kita ingin menjadi kenshi yang sukses. Beberapa kunci ataupun prinsip kesuksesan yang sering dibicarakan tampaknya akan jauh lebih lengkap jika ditambah satu unsur lagi, yaitu KERENDAHAN HATI.
Kepandaian, kekayaan, kekuasaan, dan keyakinan hanya akan menjadi keangkuhan yang membahayakan diri, jika tanpa disertai kerendahan hati. Kerendahan hati adalah landasan dari kebijaksanaan. Kerendahan hati dan kesederhanaan adalah dua pilar dari sebuah kebesaran jiwa. Kerendahan hati yang tulus  akan sangat dihormati, namun kerendahan hati yang palsu dan pura-pura justru akan menjadi bumerang.
Begitu juga kesuksesan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari kepandaiannya berorganisasi, memenej bawahannya atau seberapa baiknya ia mampu memenuhi harapan-harapan orang yang dipimpinnya, tetapi dengan seberapa jujur ia hidup selaras dengan harapan-harapan itu dan harapan-harapan dirinya sendiri. Jika kita jujur kepada diri sendiri dalam mengejar impian-impian kita, menerima kebenaran, menghargai semua yang kita miliki, menjalankan hidup semaksimal mungkin, maka kita berhak bangga akan apa yang ada pada diri kita.

Berberapa tip untuk belajar rendah hati:
Ø    Bersikaplah murah hati dalam bergaul; berikanlah kesempatan kepada orang lain untuk berbicara mengenai pendapatnya, keahlian dan kebisaannya, pandangannya, atau prestasi-prestasinya, bukan bicara tentang diri sendiri.
Ø      Bersikaplah sopan, tetapi tidak dibuat-buat. Ini akan membuat orang senang dan aman.
Ø      Janganlah mudah menyalahkan orang lain dan berusahalah agar tidak menghakimi orang lain dengan tidak berprasangka buruk kepada orang tersebut. Beranilah minta maaf, apabila melakukan suatu kesalahan.

Kamis, 07 Agustus 2008

KUNCI SUKSES MENJADI SEORANG KENSHI

KENSHI YANG BAIK ADALAH KENSHI YANG MENGHORMATI SEMPAINYA
Sukses disini mempunyai arti yang banyak. Diantaranya disenangi teman, disenangi dan disayang sempai atau senior dan sukses dalam menyerap ilmu yang telah diberikan sempai kepada anda. Kunci ini saya namakan kunci sukses syaipul.
 DIANTARA KUNCI SUKSES ITU ADALAH:

  1. Jangan membeda-bedakan pelatih. Maksudnya adalah jika anda ingin sukses anda dilarang keras membeda-bedakan atau meremehkan orang yang mengejari anda, dan ini tidak terbatas dalam hal ini, khususnya dalam ilmu bela diri. Dalam kempo sempai tidak terbatas kepada satu orang saja, tetapi sempai adalah orang yang lebih senior dari kita walaupun  umurnya lebih muda dari kita.
Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Begitu juga setiap pelatih.terutama dalam kempo yang mempunyai banyak teknik.  Dalam ilmu bela diri kempo secara garis besar tekhnik terbagi 2, yaitu GOHO (gerakan -gerakan keras seperti memukul, menendang, dan menangkis) dan JOHO (gerakan-gerakan yang lebih lembut seperti mengunci, melepas dan membanting). Seperti yang telah saya katakan bahwa setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan begitu juga dalam hal menangkap ilmu. Sehingga ini mengekibatkan perbedaan pula tingkat kemahiran sempai kita. Ada sempai yang memiliki geraka GOHO yang sempurna, tapi tidak pada tekhnik JOHO-nya. Begitu juga sebaliknya ada yang sempurna pada JOHO-nya, tapi tidak pada GOHO-nya. Oleh karena itu, kenshi dilarang keras membeda-bedakan sempainya. Perhatikan dan ambillah apa yang diberikan setiap pelatihmu atau sempaimu. Karena dengan begitu kita akan menjadi kenshi yang sukses.
  1. Jangan berpikir bahwa anda lebih baik dari orang lain. Jangan pernah sekali-kali anda berpikir bahwa anda adalah yang terbaik karena dengan mempunyai pikiran seperti ini anda akan mempunyai peluang merendahkan orang lain. Sikap seperti ini merupakan penghalang kesuksesan anda. Sikap seperti ini juga akan mengkibatkan berkurangnya simpati seseorang kepada anda, baik itu simpati kenshi lain atau simpati dari sempai anda.
Bersambung…….. 

MEAN OF BROTHERHOOD IN PERKEMI

ARTI PERSAUDARAAN DALAM ORGANISASI PERKEMI
(Persaudaraan Bela Diri Kempo Indonesia)
(MEAN OF BROTHERHOOD IN PERKEMI )

Sebenarnya sebagian dari tulisan saya tidak sepenuhnya berasal dari pikiran saya sendiri. Ya bisa dibilang ada draf-draf yang saya ambil dari postingan teman-teman. Namun, semua itu dilakukan agar saudara-saudara yang mencari informasi tentang masalah ini dapat memahami kempo hanya dengan membaca satu blog yang khusus membahas tentang masalah ini. Yaitu blog yang khusus membahas seluk beluk Shorinji Kempo, khususnya kempo di Indonesia.

Sekarang saya akan membawa anda menyelami arti atau makna persaudaraan dalam Organisasi ini (PERKEMI). Banyak istilah-istilah yang sebenarnya dapat membawa kita kepada satu pertanyaan, yaitu Persaudaraan seperti apa yang dimaksud dalam PERKEMI?
Beberapa istilah itu adalah Sempai dan Kohai. Mengapa kenshi yang lebih dulu terjun kedalam organisasi bela diri ini harus dipanggil sempai, sehingga tentunya orang yang masuk belakangan disebut dengan kohai.

Ya sudah jelas jawaban semplenya sempai berarti kaka seperguruan (dalam bahasa jepangnya) dan kohai yang berarti adik seperguruan. Tapi, sebenarnya tidak sesederhana itu. Hal ini dapat saya resapi sejak awal saya memasuki bela diri ini, tepatnya di Dojo IAIN Antasari Banjarmasin, dimana saya selalu disuguhi dengan rasa persaudaraan yang sangat kental. Yaitu rasa hormat kepada senior, tidak memandang remeh orang yang melatih kita dan tidak meremehkan bawahan. Bahkan, didalam bela diri ini (Shorinji Kempo) orang yang lebih senior dari kita (sempai) akan tetap menjadi sempai kita (orang yang kita hormati) walaupun tingkatan kita (sabuk (Obi)) lebih tinggi darinya. Hal ini dikarenakan dalam bela diri Kempo tidak mustahil junior mengejar senior dalam segala hal baik itu kecepatan, kekuatan maupun kesempurnaan gerakan. Namun semua itu tidak menghapus senioritas, rasa hormat kepada orang yang membawa kita kepada keberhasilan. Kemudian dalam bela diri ini seorang senior tidak pernah memandang rendah atau meremehkan juniornya. Seorang sempai juga tidak pernah menutup-nutupi gerakan yang semestinya sudah diberikan kepada kohainya. Tidak hanya sampai disitu seorang kenshi yang baik adalah kenshi yang dapat menghargai Sempainya dan selalu ingat akan pengalaman yang telah diberikan kepadanya serta mengerti tentang pengalaman yang diberikan kapadanya (hehehe ini sekaligus curhatan buat kenshi-kenshiku).

















Ingat IKRAR dan JANJI kempo, mungkin kohai-kohaiku lupa dengan makna ikrar dan Janji kempo atau malahan tidak menghayati makna dari Ikrar dan janji tersebut. Ikrar dan Janji yang selalu dibacakan sebelum latihan dimulai, budaya yang selalu dibawakan ketika akan memulai latihan. Maka dari sini saya ingin membawa kohai-kohaiku agar lebih meresapi makna dari IKRAR dan JANJI kita.


”JANJI”

Kami Berjanji
Akan selalu bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menghormati atasan, tidak meremehkan bawahan, saling mengasihi, saling menolong, demi kelangsungan ajaran Kempo.

Kami Berjanji
Akan Tunduk kepada pimpinan, mengikuti latihan tanpa keraguan, sebagai Insan yang murni.

Kami Berjanji
Akan mengamalkan ajaran Kempo bagi masyarakat banyak, dan tidak hanya untuk kepentingan pribadi.

Demi Tanah Air, Demi Persaudaraan, Demi Kemanusiaan.

“IKRAR”
Kami Putra Indonesia
Pecinta Tanah Air, bertekad mempertinggi martabat bangsa.

Kami Putra Indonesia
Pembela kebenaran dan keadilan, berprikemanusiaan, bersopan santun, senantiasa mengutamakan kepentingan bangsa dan Negara diatas kepentingan pribadi.

Demi Tanah Air, Demi Persaudaraan, Demi Kemanusiaan.



Kepada kawan-kawan yang ingin menambahkan atau memberi komentar, silahkan tambahkan komentar anda pada tempat yang telah saya sediakan. Dan ingat ini sangat perlu guna menambah makna dan rasa persaudaraan dalam SHORINJI KEMPO atau kirim saja ke email saya (lewat sms juga boleh..hehehe).

Rabu, 06 Agustus 2008

PERATURAN DAN TATA TERTIB DALAM PERTANDINGAN KEMPO

Peraturan Pertandingan / Permainan Kempo

Pertandingan adalah sarana untuk mengukur kesempurnaan diri dalam menjalani ajaran teknik, ketekunan, disiplin dan ketahanan mental maupun fisik. Dengan demikian membawa pengertian kepada setiap kenshi bahwa berlatih kempo bukan sekedar berolahraga atau berekreasi, melainkan proses latihan yang terus menerus dan menjadi sebagian jalan hidup menuju kesempurnaan diri sebagai manusia.

Pertandingan kempo mengikuti Peraturan Pertandingan yang dikeluarkan oleh World Shorinji Kempo (WOSKO). Dalam Shorinji Kempo, ada pembagian pertandingan, yaitu :
1. Randori (perkelahian bebas) perorangan dan beregu,
2. EMBU (kerapian teknik/jurus-jurus Kempo) berpasangan dan beregu.


Peserta harus seorang kenshi yang terdaftar pada organisasi kempo tertentu, dilengkapi dengna alat pertandingan yang ditentukan, yakni : DO (penutup dada), Hands Gloves (sarung tangan).
DO harus terbuat dari bahan "fibre galss" dan berat Hands Gloves antara 10 - 12 ons. dan pada alat tersebut tidak diperkenankan menambah alat-alat lain. Kaki dan tangan kenshi tidak diperlengkapi "bandage" dan sebagainya. Peserta harus bertindak ksatria, berpakaian lengkap (DOGI), bersih, rapih dan menguasai/mengetahui Peraturan Pertandingan Kempo. Pertandingan dilakukan di dalam arena yang ditetapkan luasnya, yaitu 5 x 5 meter, dengan empat garis batas yang jelas terlihat. Pertandingan "randori" dimulai dengan CHUDAN KAMAE dan selanjutnya hanya mempergunakan KAMAE (kuda-kuda) kempo.
Randori Beregu
Randori beregu dilaksanakan antara satu kenshi dan satu kenshi dari regu yang berlainan. Dan satu regu terdiri dari enam orang, tetapi yang turut bertanding hanya lima orang (satu orang sebagai cadangan).
Embu
Peserta "embu" harus memenuhi ketentuan serta kualifikasi tingkatan kempo yang telah ditetapkan oleh Panitia Pertandingan. Batas waktu dalam "embu" ini adalah berkisar antara 1,5 menit sampai 2 menit, pada menit yang ke 1,5 bel peringatan dibunyikan. Kekurangan atau kelebihan waktu setiap 10 detik dikurangi nilai sebanyak 1,5 angka, dan lebih dari 3 menit didiskualifikasikan. Nomor ini diadakan di tengah-tengah arena dan jika peserta keluar dari arena tidak kenakan angka hukuman.

Nilai untuk Randori

Pertandingan "randori" ini menghasilkan pemenang berdasarkan teknik-teknik kempo "goho" dan "juho". Pada "goho" harus menghasilkan HARD CONTACT terhadap sasaran dan memenuhi prinsip ATEMI NO GO YOSHO (lima syarat serangan).
Nilai IPPON (angka 10) diberikan kepada serangan yang tanpa tertangkis lawan. Jia serangan ini ternyata kurang sempurna misalnya kurang bersemangat (kiai) atau kurang sempurna kuda-kudanya, maka diberikan nila WAZA ARI (angka 5). Dua kali waza ari (awaze waza) sama nilainya dengan "ippon" (angka 10).
Jika memakai teknik "juho" diharuskan adanya KATAME (kuncian), jika tidak terdapat kuncian maka serangan hanya boleh ke arah dada (DO).
Pada penaklukan lawan dengan GYAKU WAZA (lipatan, kunci) yang sempurna dapat diputuskan kemenangan mutlak (MUJOKEN KACHI). Disamping itu jika penilaian wasit terdapat perbedaan teknik dan kekuatan yang sangat menyolok antara pemain, wasit dapta menghentikan pertandingan dan menentukan pemenangnya dengan nilai kemenangan mutlak.

Nilai untuk Embu

Nilai tertinggi pada nomor ini adalah 100, dan penilaian diberikan dengan memperhatikan ketepatan/kerapihan (SEI KAKU), harmonis, semangat dan sebagainya.
Pada babak penyisihan, team penilai terdiri dari tiga (3) orang, dan pada babak final team penilai terdiri dari lima (5) orang. Cara menentukan pemenang adalah sebagai berikut :
"Dari nilai yang diberikan oleh lima orang penilai maka nilai tertinggi dan nilai terendah ditiadakan, kemudian pemenang ditetapkan berdasrkan jumlah nilai yang tersisa."
Sementara itu untuk pertandingan randori, wasit terdiri dari seorang wasit utama dan dua orang wasit pembantu. Dan jika dipandang perlu (untuk babak final) wasit pembantu dapat ditambah menjadi empat (4) orang. Wasit utama menjadi pimpinan tertinggi dan wasit pembantu tugasnya hanya membantu dalam mengatur jalannya pertandingan, menetapkan kebijaksanaan dan keputusan. Jika wasit utama ia harus mengajukan "time out" dan memberitahukannya.
Keputusan wasit adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat, kecuali oleh DEWAN ARBITRASI.

Kamis, 08 Mei 2008

Seni Bela Diri Shorinji Kempo Dojo IAIN Antasari Banjarmasin

Seni Bela Diri Shorinji Kempo Dojo IAIN Antasari Banjarmasin

PORPROV KAL-SEL VIII Di Kotabaru 2010
Banjarmasin dan Banjarbaru lagi Foto Bareng... ini yang namanya Persaudaraan Kempoooooo... hehehe
Semoga aja Persaudaraannya g' di Foto ajah, sama visi dan misi yang penting saling mengerti, menghormati dan saling menghargai yang harus kita tanamkan diindividu kita sebagai kenshi yang menjunjung Falsafah Kempo.... hehehe so' menggurui ya?
ah g' ko, cuman mengingatkan...hehe













Sempai Joko



PORPROV KAL-SEL VIII di Kotabaru 2010


















Kenshi-kenshi IAIN Antasari pada tahun 2004














Ketika PorProv VII di Rantau (kalimantan Selatan).












Sabar dan selalu tekun dalam latihan maka akan membuahkan hasil sesuai dengan pengorbanan....
Alhamdulillaaaaaaah...hehehe
Peace..n_n




Rabu, 30 April 2008

Sejarah dan Perkembangan Seni Bela Diri Shorinji Kempo Dojo IAIN Antasari Banjarmasin (Shorinji Kempo berkembang di Jepang)

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN SHORINJI KEMPO

DOJO IAIN ANTASARI BANJARMASIN


Bela diri Kempo pada dasarnya telah lama hadir di lingkungan kampus IAIN Antasari Banjarmasin. Pada awalnya, seni bela diri yang aslinya dari kawasan timur Asia ini tidaklah begitu dikenal di kalangan mahasiswa IAIN Antasari Banjarmasin. Namun seiring waktu semenjak kehadirannya, ternyata terlihat perkembangan yang cukup baik, di mana secara kuantitas banyak mahasiswa dan juga sebagian pelajar di lingkungan kampus yang antusias dan bergabung dalam rutinitas latihan. Menyadari hal tersebut, terbersitlah keinginan utnuk menjadikan Kempo sebagai salah satu jenis bela diri yang diakui secara kelembagaan oleh semua pihak. Hingga kemudian dengan adanya koordinasi dari Pengurus Besar Persaudaraan Bela diri Kempo Indonesia (PB Perkemi), Pengurus Daerah Perkemi Kalimantan Selatan (Pengda Perkemi Kalsel), Pengurus Cabang Perkemi Kodya Banjarmasin (Pengcab Perkemi Kodya Banjarmasin),dan juga adanya restu dari pihak Senat Mahasiswa dan Pimpinan IAIN Antasari Banjarmasin,maka pada tahun 1986 lahirlah sebuah wadah latihan (dojo) sekaligus salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa yang dinamakan Persaudaraan Bela Diri Kempo Indonesia (Perkemi) Dojo IAIN Antasari Banjarmasin.


Pada perkembangan selanjutnya, Perkemi Dojo IAIN Antasari Banjarmasin tidak saja mencetak dan menghasilkan para kenshi (sebutan untuk atlit Kempo) yang disiplin, jujur, handal, dan kompatibel, tetapi juga aktif dalam agenda-agenda di tingkat daerah dan nasional. Bahkan saat itu, Perkemi Dojo IAIN Antasari Banjarmasin merupakan salah satu dojo Kempo di Kalimantan Selatan yang senantiasa dipercaya untuk mengikuti kejuaran-kejuaraan kempo di berbagai wilayah di Indonesia, dan berhasil mencapai predikat yang gemilang.
Dengan melihat prestasi yang telah diraih maka kami sebagai generasi penerus bertekad untuk terus memajukan dan mengembangkan Kempo di Kampus tercinta kami dan dengan adanya keinginan untuk melangkah ke depan dengan sebuah cita-cita; ingin mengidup-tumbuh-kembangkan kembali beladiri kempo dan menjadikan Perkemi Dojo IAIN Antasari Banjarmasin sebagai wahana bagi mahasiswa IAIN Anatasari Banjarmasin khususnya serta pelajar dan masyarakat umumnya untuk menempa fisik, jiwa, pikiran, dan sikap mental yang kuat dan penuh semangat sebagai salah satu bekal awal untuk mempersembahkan sumbangsih kecil bagi masyarakat, bangsa dan Negara, maka dengan itu Perkemi Dojo IAIN Antasari akan terus berjuang demi mencapai tujuan itu.

Shorinji kempo berasal daripada perkataan sho = hutan, rin = bambu, ji = kuil, ken = aturan. Kalau kempo bermakna "jalan hidup", erti ini merupakan penjelasan dari sempai saya yang pernah ke Jepun.



"KASIH SAYANG TANPA KEKUATAN ADALAH KELEMAHAN"

"KEKUATAN TANPA KASIH SAYANG ADALAH KEZALIMAN"
(DOKTRIN SHORINJI KEMPO)




Kempo dan Budhisme

Sekilas orang berkesimpulan bahwa bela diri Kempo berasal dari daratan China. Anggapan ini tidaklah semuanya benar. Kira-kira tahun 550 SM, pendeta Buddha yang ke-28, iaitu Dharma Taishi, pindah dari tempat tinggalnya di Baramon, India ke daratan China. Beliau menetap di sebuah kuil yang bernama Siau Liem Sie atau dikenali dengan nama Shorinji yang terletak di pripinsi Kwa - Nam. Dalam perjalanannya dan pengembaraannya Dharma Taishi menyebarkan ajaran agama Budha. Tidak sedikit tantangan, ancaman dan hinaan yang dialaminya, bahkan nyaris merenggut jiwanya. Dari pengalaman-pengalaman timbulah anggapan dalam dirinya bahwa seorang calon Bikshu sebaiknya juga melatih ketahanan jasmaninya, disamping membersihkan rohaninya untuk mencapai nirwana setelah bersemedi. Dalam ajaran agama Budha, dikatakan bahwa hidup itu berasal dari "kosong" atau "tiada". Namun oleh Dharma Taishi dilengkapinya, bahwa tiada gunanya menjadi "kosong" atau "tiada" atau "suci" jika tidak bisa membela sesama manusia yang ditimpa kemalangan. Selama di India, Dharma Taishi pernah belajar indo Kempo (silat India), karena banyaknya tantangan yang dihadapi dalam pengembaraannya di Cina maka ia mempelajari pula berbagai aliran silat China Kuno. Selama bertapa 9 tahun ia bertekad menyusun ilmu mempertahankan diri dan dimaksukkan sebagai syarat dan mata pelajaran bagi calon pendeta Budha. Sejak itu ilmu beladiri yang ditemukannya telah menjadi sebagian pendidikan keagamaan pada Zen Budhisme. Dharma tetap beranggapan bahwa semua pengikutnya haruslah berfisik kuat guna melanjutkan usaha menyebarluaskan ajaran agama Budha yang cukup berat itu. Dalam ceritera klasik Cina, sering dijumpai nama Tatmo Cowsu. Nama ini tidak lain yang dimaksud adalah Dharma Taishi sendiri, yang mencipatakan seni beladiri Shorinji Kempo atau Siauw Liem Sie Kung Fu.


Falsafah Kempo

Karena seni bela diri kempo waktu itu menjadi sebagian dari latihan bagi para calon Bikshu, dengan sendirinya ilmu itu harus mempunyai dasar falsafah yang kuat. Dengan dilandasi agama Budha, yaitu membunuh dan menyakiti, maka semua KENSHI (pemain Kempo) dilarang menyerang terlebih dahulu sebelum diserang. Hal ini menjadi doktrin Kempo, bahwa "perangilah dirimu sendiri seblum memerangi orang lain". Berdasarkan doktrin ini mempengaruhi pula susunan beladiri ini, sehingga gerakan teknik selalu dimulai dengan mengelak/menangkis serangan dahulu, baru kemudian membalas. Selanjutnya disesuaikan menurut kebutuhan yakni menurut keadaan serangan lawan. Dharma selalu mengajarkan bahwa disamping dilarang menyerang juga tidak selalu setiap serangan dibalas dengan kekerasan. Sehingga dalam ilmu Kempo itu lahirlah apa yang berbentuk mengelak saja. Cukup menekukkan bagian-bagian badan lawan, kemudian mengunci dan bila terpaksa barulah dilakukan penghancuran titik-titik lemah lawan, berupa tendangan, sikutan, pukulan dan sebagainya. Bentuk yang pertama dikenal sebagai JUHO dan yang berikutnya sebagai GOHO. Setiap kenshi diharuskan menguasai teknik GOHO (keras) dan JUHO (lunak), artinya tidak dibenarkan apabila hanya mementingkan pukulan dan tendangan saja dengan melupakan bantingan dan lipatan-lipatan.


Akibat Perang Boxer

Shorinji kempo sendiri mengalami perkembangan pesat di daratan Cina. Pengikutnya semakin banyak dan pengaruhnya semakin besar dalam masyarakat Cina. Di tahun 1900 - 1901, di Cina meletus perlawanan rakyat menentang masuknya Kolonialisme Barat. Pemberontakan di awal abad ke 20 itu akhirnya menjadi gerakan nasional yang disokong Ratu Tze Shi, yang juga ingin membersihkan tanah airnya dari penjajahan Barat. Kolonalisme Barat akhirnya dapat mematahkan perlawanan rakyat Cina dengan menggunakan peralatan perang mutakhir. Sementara rakyat Cina kebanyakan hanya melawan dengna mengandalkan tangan dan kaki saja. perang yang menelan jutaan korban itu terkenal dengan sebutan "Perang Boxer". Penjajah mengejar dan membunuh pengikut Dharma Taishi, organisasinya dilarang, kuil-kuil Shorinji Kempo dirusak, dibakar dan dihancurkan. Bikshu-bikshu yang sempat meloloskan diri ke arah timur dan selatan, lalu mengajarkan aliran Shorinji Kempo kepada pedagang-pedagang dari Okinawan, Taiwan dan Muangthai. Karena tidak teroganisasinya kesatuan, maka penyebaran Shorinji Kempo mulai membentuk seni bela diri baru. Mereka melarikan diri ke Muangthai dengan hanya menguasai teknik GOHO (memukul, menendang dan menangkis) mempengaruhi perkembangan bela diri yang ada di negeri tersebut. Munculah apa disebut Thai Boxing. Ajaran Shorinji Kempo, terutama teknik GOHO, juga mempengaruhi seni bela diri yang ada di Okinawa, Jepun. Maka di Okinawa timbullah seni bela diri yang dinamakan OKINANAWATE yang kemudian dkenal dengan nama KARATE.
Mereka yang melarikan diri ke pulau-pulau Jepun lainnya dan menguasai teknik JUHO (lunak) juga mempengaruhi seni bela diri yang ada di daerah-daerah tersebut. Kemudian muncullah seni bela diri JU-JIT-SU, Ju berarti halus-lenting dan fleksibel. Disamping itu lahir pula seni bela diri AIKIDO dan JUDO. Setelah menghilang beberapa waktu lamanya, kempo mulai bangkit kembali setelah perang dunia II, aliran-aliran seni bela diri lainnya tetap bersumber dari Shorinji Kempo sebagai aliran seni beladiri yang tertua.



Perkembangan Kempo Selepas Perang Dunia II

Shorinji Kempo baru bangkit kembali di Jepun setelah usainya Perang Dunia II. Dalam waktu yang relatif singkat seni bela diri ini menyebar luas, bukan saja di Jepun tetapi diseluruh dunia. Seorang pemuda Jepun yang bernama SO DOSHIN dikirim ke Cina dalam pasukan ekspedisi tentara Jepun ke Manchuria pada tahun 1928. Tetapi ia tidak sepaham dengan cara-cara penjajahan Jepun, kemudian melarikan diri dari induk pasukannya dan mengembara di daratan Cina. Dalam pengembaraannya ia bertemu dengan pendeta Budha dan akhirnya ia dibawa ke kuil Siaw Liem Sie, yang sudah diperbaiki oleh penerus-penerus Dharma Taishi. Di kuil ini Sho Dosin mempelajari ilmu Shorinji Kempo langsung dibawah asuhan Mahaguru (silang) ke-20 yaitu WEN TAY SUN. Karena kesetiaannya dan penguasaannya yang sempurna terhadap Shorinji Kempo, maka So DosHin diberi penghargaan tertinggi menjadi Maha Guru ke - 21 dan ia memperoleh ijin untuk meninggalkan kuil Shorinji untuk meneruskan ajarannya di daratan Jepun. Tahun 1945, Sho Dosin kembali ke Jepun dan membuka DOJO (tempat latihan) tersendiri. Ia memilih kota TODATSU, yang terletak di propinsi Kagawa di pulau Shikoku, yang kemudian terkenal sebagia pusat Shorinji Kempo. Banyak sekali yang datang ke DOJOnya untuk menjadimurid di sana, bukan saja dari daerah sekitarnya tetapi juga dari daerah-daerah lainnya, bahkan dari luar Jepun (terutama mahasiswa asing yang belajar di Jepun). So Doshin menggembleng murid-muridnya dengan disiplin yang keras seperti yang dialaminya sendiri. Namun di balik penggemlengan fisik dan mental itu, Guru Besar Shorinji Kempo ini tetap menempatkan seni beladiri ini sebagia pengayom hati dan jiwa dengan penuh rasa damai dan welas asih bagi para pengikutnya. Sebab itulah lambang organisasi Shorinji Kempo menggunakan lambang agama Budha, yaitu "Manji" , semacam tanda swastika yang berputar ke kiri, yang berarti "kasih sayang dan kekuatan" yang sesuai dengan doktrin Shorinji.
Dalam tindakan sehari-hari sering diartikan sebagai berikut :

"Dimana ada kekuatan harus ada kebijaksanaan dan kebijaksanaan harus disertai kebijaksanaan"





PERKEMBANGAN  SHORINJI KEMPO DI INDONESIA
Konsekuensi yang harus dilaksanakan oleh pemerintah Jepang setelah kekalahan pada perang Dunia II kepada bangsa Indonesia adalah membayar Pampasan Perang. Salah satu dari cara atau bentuk pembayaran Pampasan Perang itu, adalah sejak akhir 1959 pemerintah Jepang menerima mahasiswa Indonesia dan juga pemudanya belajar dan training di negeri tersebut. Maka sejak itu secara bergelombang dari tahun ke tahun sampai tahu 1965 ratusan mahasiswa dan pemuda Indonesia mendapat kesempatan untuk belajar di Jepang. Dari jumlah tersebut tidak sedikit pula diantara mereka yang memanfaatkan waktu-waktu senggang dan libur mereka untuk belejar dan memeperdalam seni bela diri yang ada di Jepang. Dari mereka ini pula akhirnya sekembalinya ke tanah air tidak hanya menggondol ijazah menurut bidang study mereka, juga memperoleh tambahan berupa penguasaan atas seni bela diri yang ada di Jepang, seperti Karate, Judo, Ju Jit Su dan juga Kempo.
Pada tahun 1962 dalam suatu acara kesenian yang di pertunjukan mahasiswa Indonesia menyambut tamu-tamu penting dari tanah airnya, seorang pemuda Indonesia bernama UTIN SYAHRAZ mendemonstrasika kebolehannya bermain Kempo. Utin Syahraz tiba di Tokyo sekitar tahu 1960 sebagai Traineer Pampasan. Sebelumnya ia adalah pegawai pada Departemen Pekerjaan Umum di Jakarta. Apa yang didemonstrasikan itu akhirnya menarik minat pemuda dan mahasiswa Indonesia lainnya. Mereka antara lain Indra Kartasasmita dan Ginanjar Kartasasmita serta beberapa lainnya yang dating kemudian ke Jepang. Dalam waktu-waktu luang dan libur mereka memanfaatka waktunya untuk datang langsung ke Pusat Shorinji Kempo di kota Tadotsu untuk menimba langsung seni bela diri tersebut dari Sihanngnya.
Pemuda-pemuda tersebut sadar, tidak ada lagi kebanggaan mereka selain memberi apa yang terbaik mereka terima di Jepang kepada pemuda-pemuda bangsanya sendiri sekembalinya ke tanah air. Hal tersebut tidak lain untuk kejayaan bangsa dan Negara mereka, agar tidak ketinggalan dengan bangsa-bangsa lain, tidak saja dalam ilmu pengetahuan tapi juga dalam olah raga.
Untuk meneruskan seni bela diri Shorinji Kempo, seperti apa yang mereka peroleh di Jepang kepada rekan-rekan senegaranya, ketiga pemuda, yakni UTIN SYAHRAZ (kini almarhum), INDRA KARTASASMITA dan GINANJAR KARTASASMITA bertekad melahirka dan membentuk suatu wadah yang bernama PERKEMI (Persaudaraan bela diri kempo Indonesia). Wadah ini secara resmi dibentuk pada tanggal 2 Pebruari 1966.
                                                                          
Dari hanya beberapa murid dan berlatih di teras rumah waktu itu, kini PERKEMI telah melahirkan ribuan Kenshi-kenshi yang tersebar di seluruh Tanah Air. Selain merupakan salah satu anggota Top Organisasi yang bernaung dalam wadah KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia), PERKEMI juga menjadi anggota penuh dari Federasi Kempo se-Dunia atau WSKO (World Shorinji Kempo Organization) yang berpusat di kuil Shorinji Kempo di kota Tadotsu, Jepang. Sedangkan dua dari tiga perintis/pendiri PERKEMI, yakni Ir. Drs. Ginanjar Kartasasmita (pernah menjabat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi RI)  dan Indra Kartasasmita (kini V-DAN; Direktur Perkapalan dan Pertamina) tetap aktif, baik dalam kepengurusan PERKEMI maupun pembinaan para kenshi muda lainnya.
           


Telp : 0852 4830 7534

E-Mail : syaipul.fadilah@gmail.com